just my feeling · Muslimah charming · Open Mind

Dalam hening (menjelang Ramadhan ke 9)

Dalam hening (menjelang Ramadhan ke 9)

Rasanya saya mual-mual.. disamping efek masuk angin beberapa hari ini ditambah efek  membaca, mendengar dan melihat berita tentang siapa yang  harus  “Hormat-menghormati” dalam  bulan Ramadhan.

Ini benar terjadi? Di tahun 2016? Apa tidak ada isu lain yang lebih nge”hits” yang perlu  kita diskusikan dan perdebatkan di era sekarang?. Garuk-garuk jidat yang tidak gatal,  heran sekaligus geli bin sedih dan prihatin tentang hal-hal yang menjadi fokus bangsa ini.  Ingin rasanya saya ikut berkata menggunakan logika cupet  saya, berkata dengan seribu amunisi saya, masuk dalam kancah polemik sambalado yang pedasnya tak berujung ini.  Tapi saya ingat pesan manusia mulia Rasulullah SAW untuk mengatakan  “Maaf saya sedang puasa”  dan berlalu meninggalkan perdebatan yang tak perlu diperdebatkan.

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلاَ يَرْفثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائمٌ، مَرَّتَيْنِ

“Puasa adalah tameng. Maka janganlah dia berkata kotor (porno -pen) atau melakukan tindakan bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya untuk berkelahi atau menghinanya maka hendaklah dia mengatakan, ‘Saya sedang puasa’ sebanyak 2 kali”[1]. HR. Bukhori no. 1894, Muslim no. 1151.

Islam adalah agama rahmatan lil “alamiin. Kasih sayang untuk semua makhluk yang ada dimuka bumi, dan seandainya ketika memegang teguh agama ini seperti memegang bara api,  lagi-lagi saya teringat manusia sempurna yang saya sendiri belum pernah melihat sosoknya kecuali dalam mimpi,  saya teringat sabda manusia agung itu.   Seperti menggenggam bara api, dan apabila kita  genggam bara api itu dengan tangan kita , maka akan terasa panas membakar diri kita dan apabila dilepas maka kita akan kehilangan satu-satunya permata indah dalam hidup kita.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa di zaman tersebut, orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api.
Maka, jangan pernah heran kalau kita ini mengaku muslim dan kita dihadapkan dengan keadaan yang serba  ndak jelas, molak –malik logika dan super semrawut ini.  Pada sudut belahan  bumi bagian mana ketika Islam tidak disudutkan?

Dibelahan bumi bagian mana Seorang muslim yang baik dan yang  memegang teguh agamanya  tidak tersakiti ?  bahkan di belahan bumi yang katanya tanah kebebasan atau bahkan dibelahan bumi yang dikatakan   Islam itu menjadi agama mayoritas, maka akan engkau temui orang-orang muslim yang tersakiti secara diam-diam atau terang-terangan.   Ya benar, disini dibelahan bumi yang agamanya Mayoritas ini ?  ya mayoritas.. meski ke”mayoritasan” itu laksana buih di lautan.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

 

Mau kita jawab dengan argumen apapun… mereka yang  memastikan dirinya berada bersebarangan dengan orang-orang muslim, memiliki argumen yang tak  kalah hebatnya. Tidak sedang menggurui, tapi lebih mengajak bijak di bulan yang penuh rahmah dan berkah ini. Ayo kita melihat diri kita saja, biar saja mereka yang disebrang sana mau berbuat apa semaunya terserah… tapi kita tidak akan bergeming untuk tetap menjadikan diri kita muslim yang kaffah? Muslim yang benar-benar teguh ajaran agama Islam meski terasa seperti memegang bara api, tetapi kita tetap berusaha mempertahankannya. Menjadi muslim yang rahmatan lil “alamiin, dimana keberadaan diri diri kita menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Bukan berarti yang perlu disikusikan dan diperdebatkan tersebut hal yang tidak penting, tetapi Lebih penting kita melihat diri kita, keberadaan kita,   Apakah totalitas kita sebagai muslim sudah dirasakan oleh lingkungan keluarga kita, masyarakat sekitar kita dan tempat kerja kita?. Daripada kita menghabiskan energi yang hanya tinggal setengah ini untuk berdebat kusir tentang  “Hormat menghormati” yang  tak jelas. Lebih baik kita balik kanan fokus kembali untuk membentuk komunitas muslim yang totalitas, menjadi Muslim Terbaik , menjadi Muslim yang dapat menjadi rahmatan lil ‘alamiin, seorang muslim yang tidak melihat seorang manusia berdasarkan rasnya, agamanya atau golongannya dalam memberikan kasihnya antar sesama manusia, tidak membedakan dalam memberi pertolongan dan bantuan.   Dan apabila… sekali lagi apabila dengan “keheningan” kita,   mereka yang diseberang sana  masih terus memojokkan? Tak apa… terpojokkan bukan berarti kita lemah dan kalah… Jangan pernah takut, ada saatnya hal-hal yang memang perlu kita polemikkan, karena selama kita berpegang pada tali Allah, maka Allah akan menolong kita.

Nah, sembari dalam keadaan “hening” ,  lebih kita kembali fokus berusaha terus memperbaiki diri menjadi muslim yang kaffah,  saling mendoakan kebaikkan-kebaikkan untuk saudara-saudara kita. Ini Ramadhan Kawan..🙂  (Wahyu R)/ waru110616 

 

Daftar sumber:

https://rumaysho.com/10479-mereka-yang-memegang-bara-api.html

https://alhijroh.com/adab-akhlak/maaf-saya-sedang-puasa/

http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/penyakit-ummat-islam-di-akhir-zaman-1.htm#.V16neOJ97IUP1040510

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s