CerKish

Kopi “Pahit”

Sejak semalam sudah aku siapkan semua bahan presentasi. Ku check satu persatu detil-detilnya. Lay out power point, materi, data-data.. yap Perfect! Seruku dalam hati. Tinggal menyiapkan baju, mental serta wajah fresh untuk presentasi. Baju ini saja, seruku dalam hati. Baju dan jilbab biru itu selalu nampak sederhana dan indah di tubuhku. Sholat dan tidur menjadi agendaku selanjutnya.

Pagi-pagi, setelah tahajud, memohon keberkahan hari ini , membaca Qur’an dan dilanjutkan sholat subuh menjadi agendaku hari ini. Ku check kembali kelengkapan materi presentasiku. Hmm.. still.. Perfect! Senyum kecilku mengembang. Alhamdulillah ya rabb.. terima kasih untuk hari ini. Mobil kecilku sudah menunggu di depan, mobil putih yang kubeli tahun lalu dari hasil kerja keras, menabung rupiah demi rupiah… Aahh.. betapa Allah sangat baik padaku.. dengan kemudahan-kemudahan yang diberikanNya setelah semua yang kusayangi dipanggilNya. Si manis menggelendot manja di kakiku, kucing yang dulunya liar yang sekarang berubah teramat sangat manja yang tidak pernah secara resmi kuambil sebagai peliharaan ikut menemaniku pagi itu. Aahh.. Subhanallah.. What a beautifull day seruku dalam hati. Rasanya kerja berhari-hari akan selesai hari ini.. dan kuharap hasilnya Great. Ya Allah Aamiin.

Kupacu pelan mobil yang tidak terlalu banyak memakan badan jalan itu, kubuka jendelanya, sambil menikmati udara dan suasana pagi.. menyapa orang-orang yang ku kenal di komplek perumahan tempatku tinggal. Subhanallah.. really.. this is beautifull day. Sampai di kantor.. masih sepi, hanya ada Pak bon yang kusapa dengan ramah seperti biasanya. Menanyakan kabar dan keadaannya. Melangkah menuju ruang kantorku, meletakkan mawar ke dalam vas yang kusempatkan mengambilnya dari kebun mawar di depan rumah. Sambil menunggu sekretarisku, aku membuka novel yang belum selesai ku baca – tentang kisah seorang putri dari India.

Menit demi menit berlalu, Vivi pasti sudah datang pikirku, kuletakkan novel yang sudah separuh ku baca,  kutekan nomer extension sekretarisku, “Gimana Vi.. persiapan untuk rapatnya.. ruangan, coffe break dan snacknya?” “Sudah siap bu, perfect” sahutnya dari ujung sana. “good… Thanks ya Vi.. Barakallah” ucapku pada sekretaris baruku yang baik hati dan lumayan cekatan… dan rasa-rasanya aku cocok dengannya.

Waktu menunjukkan pukul 8.00 WIB. Para undangan presentasi mulai berdatangan. Ku lihat sekilas pria berbaju garis-garis hitam yang aku tahu sejak dari tadi memperhatikanku di ruangan itu. “Ada apa pak?” tanyaku kepadanya .. “Cantik” serunya tertahan dan hampir-hampir tidak terdengar. “Apa pak?” tanyaku kembali..  “Ndak.. ndak papa..” sahutnya tersipu. Akupun tersenyum sekilas kepadanya dan mulai melanjutkan mempersiapkan hal-hal yang kubutuhkan untuk presentasi nanti, sesekali aku meminta sekretaris dan staff ITku untuk membantuku mempersiapkannya. What a wonderfull place.. tempat kerjaku di penuhi orang-orang yang hebat.

Ruang meeting sudah penuh, lengkap dengan semua undangan. Pak Komisaris, seperti biasa duduk tenang, dengan wajah teduhnya. Rapatpun di mulai, masing-masing kepala bidang mempresentasikan hasil berkutat lembur sebulan ini. Giliranku, Bismillaah.

Presentasiku selama tiga puluh menit berjalan lancar , di akhiri senyum puas dan pujian pak komisaris, para kolega juga ikut memberikan applause panjang. Aku tersenyum, Alhamdulillah ya Allah.. lancar.

Coffe breakpun menjadi acara selanjutnya. Aku berbincang santai dengan teman-teman sejawat sambil mengambil snack dan secangkir kopi, penghilang rasa kantuk gumamku dalam hati. Gula tiga sendok teh cukup membuat kopi ini terasa manis bagiku.  Hmm.. aneh juga aku hari ini, ndak biasanya,  biasanya aku lebih suka minum teh di jam-jam pagi begini – pencinta teh dibanding kopi. “Keyra.. selamat ya.. presentasinya bagus” ucap Rosi, sahabat dekatku sekaligus kepala bidang di bagian yang berbeda denganku. “Thanks ya Ros, setelah coffe break ini giliranmu ya.. gimana? Pasti ndak kalah keren dengan presentasiku..” Sahutku renyah pada Rosi. “Ya semoga”. Selanjutnya kamipun terlibat obrolan yang lumayan seru tentang visi misi kami. “Key.. ponselmu bunyi tuh..” tunjuk Rosi ke arah ponsel yang ku letakkan di atas meja.. “Oh iya.. Cuma.. sms kok” sahutku tidak terlalu hiraukan… “Buka ajaa., kali aja penting” paksa Rosi.. “Eh iya,,” . Ku ambil ponsel di atas meja.. ku buka – hmm dua pesan dari siapa ini… nomer tak terkenali? aneh.. seruku dalam hati . Bismillah..  “ Ada hubungan apa saudara dengan suami saya  – Raka ?, anda sering pergi berdua ya? bla.. bla… “ belum selesai aku membacanya,  mataku terasa kabur… seperti ditutup kabut pagi yang entah darimana datangnya.. tulisan di ponsel itu tak terbaca.. “Key.. key… ada apa… ? kenapa wajah kamu jadi berubah begitu?” suara Rosi terdengar samar-samar …. “Ah.. Eh.. endak Ros… ndak papa… ini .. ini.. Kopinya.. “ sahutku dengan suara bergetar yang tidak bisa aku tutupi,  sambil memegangi kepalaku … “Aku mau kebelakang sebentar Ros.. ”  “Ada apa dengan kopinya key?” tanya Rosi masih dengan nada keheranan.. “Kopi.. Kokopinya… Kopinya ‘Pahit’ Ros…” seruku tertahan… sambil menahan air mataku yang akan tumpah.. Ya Rabb.. kuatkan aku dari fitnah ini.. seruku dalam hati. Aku segera memalingkan muka dari Rosi, aku tidak mau air mataku tumpah di depannya, aku  segera berdiri meninggalkan Rosi yang melongo  melihatku yang tiba-tiba sempoyongan pergi meninggalkannya. “Key.. Keyra..” suara Rosi berusaha menghentikan langkahku, tapi aku terus berjalan. Susah payah aku  menahan aliran bening itu meleleh dipipiku, masih sempat ku dengar sayup-sayup suara laki-laki berkemaja garis-garis hitam itu.. “Kenapa Keyra ? mau kemana dia Ros? “.. “Ndak tau… katanya dia bilang kopinya ‘Pahit’ aneh pak…”  jawab Rosi sambil berlalu meninggalkan laki-laki berkemeja garis-garis hitam itu bingung sendirian ditempatnya.

11 november 2013 13.24 PM

Kisah fiksi ini di tulis di sela istirahat siang menjelang Rapat.

Antologi kopi  (woman perspective)

Thanks utk  yang sudah beri ide buat tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s