Open Mind

KEMERDEKAAN

Jujur.. sejak menginjak bangku sekolah, saya tidak pernah suka yang namanya sejarah, apapun! Malas.. isinya menghafal dan ndak pernah tahu apa urgensinya, dan kesannya jadul banget, pokoknya ndak kerenlah. Tapi itu dulu, berbeda dengan lima bulan terakhir ini. Berawal dari salah satu hobi membaca novelku, aku berkenalan dengan yang namanya “sejarah” yang teramat sangat menarik hatiku, bahkan mungkin menggilainya. Novel Mehrunisa, yang membuatku pertama kali jatuh cinta pada sejarah. Novel pertama dari novel trilogi yang ditulis oleh Indu Sundaresan ini berkisah tentang seorang perempuan tangguh di India yang awalnya rakyat jelata menjadi permaisuri raja bahkan cukup mempengaruhi segala keputusan kerajaan saat itu. Lika-liku sejarah awal mula peradaban India yang ditulis dengan apik berdasarkan studi pustaka yang kuat dan akurat. Sejak itulah, aku mulai jatuh cinta pada sejarah.. sejarah apa saja, terutama sejarah bangsaku tercinta Indonesia. Mulai buku kejayaan majapahit, Negara Kretagama sampai novel yang berbmotivasi dosis tinggi yang tidak bisa saya temukan selain di al Qur’an, benar-benar panduan super lengkap yang bisa dijadikan pedoman dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Dari sejarah, kita bisa banyak belajar tentang kehidupan , mengambil banyak hikmah dan menata kehidupan pribadi menjadi lebih baik. Termasuk sejarah bangsaku saat memproklamirkan kemerdekaan, mengajarkan betapa pentingnya mengambil satu kesempatan emas yang datang, kebersamaan, ketangguhan , kegigihan dan semangat perjuangan, seandainya kesempatan emas saat itu tidak diambil, mungkin saat ini Indoensia belum merdeka. Kemerdekaan Indonesia bukan pemberian negara manapun, Allah yang menskenariokannya, sehingga Merdeka bisa menjadi satu hal yang nyata bagi bangsa Indonesia bukan hanya sekedar mimpi!

Betapa sengsaranya bangsaku setelah dijajah Belanda selama 350 tahun dan menyusul Jepang menjadi penjajah berikutnya. Saat itu, Jepang sedang menghadapi perang pasifik dengan sekutu yang termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, Britania Raya, Filipina, Australia, Belanda, Selandia Baru. Tanggal 8, 9 Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh sekutu dan tanggal 15 Agustus 1945, sekutu mengumumkan bahwa Jepang menyerah. Saat itulah pejuang Indonesia memanfaatkan memontem yang ada. Diwarnai peristiwa rengas dengklok yang cukup menengangkan antara golongan muda dan golongan tua, sampai akhirnya naskah proklamasi tersusun di rumah laksamana muda maeda (orang Jepang yang berpendapat bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa). Naskah proklamasi ditulis oleh Ahmad soebardjo, bung Karno dan diedit oleh Bung Hatta yang kemudian di ketik oleh sayuti melik. Maka naskah proklamasipun siap untuk dibacakan keesokkan paginya. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s