Flowering my world · just my feeling

Friendship…

Selepas kuliah dan memasuki dunia kerja, hampir bisa dipastikan aku tidak mempunyai sahabat di lingkungan kerja. Sahabat-sahabatku adalah teman-temanku dari SMA dan kuliah, dan Ibu menjadi satu-satunya sahabat terdekat yang aku miliki saat itu. Di tempat kerja, saat aku menjadi guru biasa, banyak sahabat dan teman sepekerjaan, tetapi saat memegang amanah menjadi kepala sekolah, maka otomatis nilaiku zero untuk semua teman / sahabatku di lingkungan kerja. Saat itu, aku single fighter, kepala preschool, yang belum mempunyai waka, atau komponen lain yang sejajar denganku atau diatasku, selain ketua yayasan. Pernah satu saat aku diprotes oleh seorang guru karena aku lumayan dekat dengan guru yang lain atau berembus rumor bahwa si A anak emasku, dll. Praktis saat itu, semua masalah yang berhubungan dengan kerja hanya antara aku dan tempat sujudku.

Bagiku, sahabat adalah seseorang yang mengisi relung jiwa kita, tempat dimana kita

bisa meletakkan hati kita, mempercayainya menjadi belahan jiwa kita tanpa ada rasa ingin memiliki, cemburu atau yang lainnya, meski terkadang pertengkaran kecil, marah, perbedaan pendapat dan sebel-sebelan mewarnai haru biru persahabatan. Sahabat, satu Jiwa dalam dua tubuh dan dua karakter, yang saling berbagi dan melengkapi, sahabat adalah sosok yang ada saat suka dan duka kita, sahabat adalah sosok yang ada saat air mata bahagia dan sedih kita mengalir. Saat kita bisa merasakan bahagia ketika sahabat kita bahagia dan merasakan sedih ketika sahabat kita sedih.

Persahabatan yang tulus selalu dibarengi dengan sikap saling menjaga perasaan, saling memahami, saling menghormati dan menyenangkan antara kedua belah pihak.Persahabatan sejati tidak akan pernah terlumuri kepentingan pragmatis ataupun niatan jahat. Selalu ada sejuta maaf dan kasih untuk seorang sahabat. Menopangmu saat gundah dan gelisah, menguatkanmu saat kau lemah, dan ikut tertwa keras ketika engkau bahagia.

 

Salah seorang sahabat memberiku buku “Understanding Love” karangan Ibrahim nafie, semakin membuka mataku bahwa Cinta adalah elemen dasar persahabatan, bukan sebaliknya. Cinta yang tidak dilandasi nafsu tetapi kerjenihan dan ketulusan hati untuk saling menyayangi.

Dalam rangkaian kata dalam novel tere liye yang berjudul Sunset bersama Rosie, ada dialog kecil antara tokoh utama (Rosie – Ibu dengan anaknya )

 

Boleh Anggrek bertanya satu hal, Ibu.” Anggrek berkata pelan.

Rosie menoleh. Menatap sulungnya. Apa?

 

Apa arti kata cinta bagi ibu?”

 

Hening.

 

Tanpa ada yang memperhatikan, Lili tidak sengaja menumpahkan makanan di atas meja.

Jasmine membantu membersihkan.

 

Apa arti kata cinta bagi Ibu?” Anggrek bertanya sekali lagi.

Persahabatan.” Rosie menjawab lirih.

Persahabatan dunia dan akhirat, persahabatan karena Allah semata, menjadi satu bentuk hadiah indah bagi diri yang masih memiliki cinta dan kasih sayang dihatinya.

 

Sahabat, adalah seseorang yang engkau hadiahkan pada dirimu sendiri.

 

Selamat menjalin persahabatan.. ^_^

 

Write with love by Wahyu R

PS : terima kasih untuk semua sahabat yang telah ikut mewarnai hari-hariku..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s