Great Mom, Parent and teacher · Great Wife, Mom, Parent and teacher

MEMBANTU ANAK MEMAKNAI SILATURAHIIM

Silaturahiim, satu kata yang seringkali kita jumpai baik dalam media cetak ataupun elektronik. Menjelang Romadlon dan lebaran menjadi satu momen yang kerapkali semarak dengan kata ataupun kegiatan silaturahiim. Sebenarnya Silaturahiim itu apa sih ? dan mengapa kita perlu bersilaturahiim? dan bagaimana anak-anak kita atau kita sendiri  bisa benar-benar memaknai silaturahiim itu sendiri.

Para pembaca yang di sayangi  Allah, Islam sangat menganjurkan kita untuk bersilaturahiim .

Dalam Shahih Bukhari IV  no 1695 disebutkan Dari Abu Hurairah r.a.,katanya : Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda : “ Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturaiim!”

Pun dalam Shahih Bukhari IV  no 1696 disebutkan Dari Abu Hurairah r.a., katanya : Rasulullah mencium Hasan bin ‘Ali. Ketika itu di sampingnya duduk Aqra’ bin Habis. Al-Aqra’ berkata : “Saya mempunyai sepuluh orang anak. Tidak seorangpun dari mereka yang pernah saya cium.” Rasulullah saw. Memandang kepadanya, kemudian berkata :”Siapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi!”

Hadis lain disebutkan ….

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

Sedangkan menurut artikata.com silaturahmi adalah tali persahabatan (persaudaraan): malam –; tali –;
ber·si·la·tu·rah·mi v mengikat tali persahabatan (persaudaraan): mereka – ke rumah sanak saudaranya .

Maka silaturahiim adalah  mengikat tali persahabatan dan persaudaraan  (yang didalamnya terbentang kasih dan sayang). Dalam Islam sendiri, silaturahiim menjadi satu aktivitas yang sangat dianjurkan bahkan satu amalan yang dapat memasukkan kita ke dalam surga.  Hmmm.. siapa coba yang tidak menginginkan disayangi sekaligus mendapat surgaNya.. ^_^

Lantas, bagaimana kita mengajari anak-anak kita untuk senang bersilaturahiim tanpa mengharapkan apapun selain menyambung tali kasih sayang dan mengharapkan surgaNya ?

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan

  1. Luruskan niat kita semata-mata bersilaturahiim dan mengajarkan bersilaturahiim kepada anak-anak kita karena Allah semata.
  2. Kita beri contoh kepada anak-amak  kita bagaimana bahagia dan senangnya bersilaturahiim karena Allah semata.
  3. Ajak anak berdialog dan berdiskusi  mengenai makna silaturahiim dan mengapa kita perlu bersilaturahiim ( ini bisa dilakukan sebelum mengajak anak-anak bersilaturahiim)
  4. Dari kesimpulan dialog dan diskusi kita dengan anak-anak, tanamkan kepada anak-anak kita mengapa kita perlu bersilaturahiim dan pentingnya bersilaturahiim
  5. Ajak anak-anak melihat / mengoservasi  betapa bahagia dan berseri-serinya wajah orang-orang yang saling bersilaturahiim
  6. Ajak anak untuk bersilaturahiim
  7. Setelah pulang dari silaturahiim lakukan dialog kecil dengan anak-anak bagaimana rasanya bersilturahiim. Apabila yang didapatkan kebahagiaan, maka beri penguatan-penguatan positif yang sesuai dengan ajaran Rasulullah dan apabila anak-anak-anak tidak mendapatkan kebahagiaan bahkan kesedihan saat melakukan silaturahiim, maka tenangkan anak dan beri kata penguatan atau hikmah yang membuat anak bisa melihat sisi baik dari silaturahiim sehingga tidak merasa sedih atau tidak bahagia.
  8. Apabila dari silaturahiim tadi anak-anak mendapat materi (uang dan lainnya), maka ketika sampai di rumah ajak dialog anak-anak kita dengan mengucap syukur kepada Allah atas rezeki  yang didapat dan luruskan kembali bahwa tujuan utama dari silaturahiim adalah bukan materi tetapi lebih pada menyambung kasih sayang saling mengasihi dan menyayangi, mendapat perlindungan dari Allah swt. bagi yang berkasih sayang dan tentu saja surga yang dijanjikanNya yang luasnya seluas langit dan bumi.

Ke delapan tips tadi bisa dilakukan setiap kali akan bersilaturahiim, sampai  tertanam pada diri anak-anak ( otak bawah sadar dan hatinya). Dan InsyaAllah akan tertanam bahwa bersilaturahiim merupakan hal yang menyenangkan dan membahagiakan meski tanpa membawa pulang materi (uang) karena akan memperkuat kasih sayang dan mendaptkan surga yang dijanjikan Allah swt. Dialog dan diskusi akan lebih baik apabila dilakukan sejak dini ( sejak anak bisa diajak berbicara meski masih sederhana), tetapi apabila di dalam keluarga belum terbiasa berdialog/berdiskusi, maka tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikkan, prinsip yang perlu dipegang adalah niat yang lurus, bersungguh-sungguh, konsisten, dan tidak mengenal putus asa. Selamat memaknai Silaturahiim bersama keluarga..😀

http://ustadzkholid.com/akhlaq/keutamaan-silaturahmi/

http://artikata.com/arti-351109-silaturahmi.html

http://amien.mywapblog.com/arti-silaturahim-silaturahmi.xhtml

http://rumaysho.com/belajar-islam/akhlak/3510-keutamaan-silaturahmi.html

http://smantiga86.wordpress.com/2007/10/04/arti-sillahturahmi/

http://cantikayu.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s