Cerkish

Kopi Tanpa gula

Kususuri alur berfikirku, perjalanan panjang hidupku. Semua hal yang berkabut dan berselimut misteri yang terkuak sedikit demi sedikit ketika akau menapakkan kakiku dalam lorong waktu, detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari.

Terpekur dalam ketidak berdayaanku dalam kelemahan, dalam selimut malam dan gemerlap bintang dan pendar lampu yang mengelilingiku. Kuraih erat jaket yang menyelimuti tubuhku. Jilbabku basah terkena hujan rintik yang mulai turun dengan lembut menyentuh ujung jari-jariku.. meresap perlahan  memenuhi  pori-pori kulitku.

Disini, sendiri, di kelam malam yang terasa sunyi dan sepi meski disekitar hingar bingar musik dan lampu saling berkejaran seakan berkolaborasi menyesuaikan iramanya.

Aku terduduk kelu, tubuhku lemah dan lunglai sepertinya energiku hilang entah kemana. Entahlah… kemana hilangnya kesombongan, keangkuhan dan perasaan hebat yg selama ini bersemayam dalam diriku.

Letih, terasa letih dalam perjalanan ini..  dan diriku, seakan menua melebihi waktu yang semestinya aku tempuh. Otakku berfikir keras dalam tubuh yang lunglai tak bertenaga ini.

Bersimpuh luruh.. antara aku dan Tuhanku.

Sungguh..  terselip rapi dalam relung hatiku yang terdalam, bisikku lirih dalam keheningan dan ketakberdayaanku, Tuhan, tiada daya dan upaya tanpa pertolonganMu, Engkaulah yang  menguatkanku, Engkaulah  yang menghebatkanku, Engkaulah yang memandaikanku, Engkaulah yang sesungguhnya memuliakanku… bisikku lirih..  seakan tiada sekat yang membatasi anatara diriku dengan Tuhanku.

Bulir-bulir hangat tak terasa mengalir satu-satu dalam epitel pipiku,seakan  menyibak dinginnya air hujan yang berjalan lembut wajahku..  merencah.. serencah hatiku dan fikirku yang saat ini tergolek ketakberdayaan dan kepasrahan pada Penciptaku. Nothing itulah diriku dihadapanMu.

Sudahlah.. cukup.., seruku lirih tertahan diujung bibirku dalam hati. Merasakan gumpal segala penyesalan yang memohon untuk dimaafkan dan ampunan. Semua hal yang mengelilingiku.., cukup.. seruku lirih. Tidak perlu mengambil lebih… seru hatiku kembali.  Cukup yang bisa kupakai, cukup yang bisa kumakan, cukup yang bisa membuatku nyaman saat tidur, cukup perlente saat ku beraktivitas. Segalanya cukup. Cukup beberapa baju untuk menutupi auratku dalam menjalani hari-hari duniaku. Cukup sepasang sepatu dan sepasang sandal untuk menemani hari-hari berdebuku. Cukup makanan sederhana untuk mengganjal perutku untuk menguatkan ibadahku. Cukup satu kendaraan untuk menghantarkanku keberbagai belahan dunia yang kujelajahi. Cukuplah.. teriakku dalam diriku tanpa suara. Cukup… jeritku sekali lagi tertahan dalam hati,, seakan kembali meneriaki diriku sendiri. Air mataku tak terbendung lagi… mengalir deras seakan  menelanjangi semua hal berlebih yang selama ini melekat dalam keseharianku.  Saat ini,hanya ingin membuat diriku menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Berikan hal-hal yang berlebih pada diriku untuk lainnya, kuambil secukupnya saja bagiku, ada yang lebih membutuhkannya… desisku dalam hati.

Sahabat, cukup ini saja bagiku, terima kasih, ini sudah lebih dari cukup bagiku, engkau boleh mengambil selebihnya. Diriku tidak memerlukan lebih, hanya ini saja, cukup. Tuhanku telah memberikanku lebih dari cukup.

Tuhan telah melewatkannya melaluiku untukmu, untuk kalian. Untukku ? ini sudah lebih dari cukup,selebihnya untukmu.

Dalam keterisakkanku…  cukup bagiku.. , seperti kopi  tanpa gula.

Yang cukup terasa manis ketika aku mencercapnya meski tak sebutir gulapun terseduh disana.

Sungguh Tuhan, rasa cukup telah mampu membuatku merasakan manisnya kopi tanpa gula.

Dalam hati aku berbisik, teman… tahukah engkau  apa alasannya?

Karena rasa cukup itu yang aku harap akan menyelamatkan hidupku nantinya.. tidak hanya disini, di dunia ini, tetapi juga nanti… dikehidupan abadi.

Damaipun terasa.. setenang menyeruput kopi tanpa gula…

 

Writed by wahyu r

Inspired by : G.Budi.U.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s