Menanti teman sejiwa. Pertanyaan sederhananya yu.. apakah kamu memiliki jiwa? atau jiwamu sudah tergadaikan di balik kesibukkanmu atau keangkuhan egomu?

Menanti teman sejiwa. Sudahkah kau telisik dalam lubuk hatimu yang terdalam apakah kamu memang menginginkan teman sejiwa itu, atau kamu hanya mencintai hidupmu sendiri?

Menanti teman sejiwa. Kembali, sudahkah kalu lihat dalam dirimu bahwa kamu memberi ruang untuk orang lain yang nantinya akan menemanimu sebagai teman sejiwa?

Aku terpekur dalam diam. Dengan semua pertanyaan yang memenuhi benakku.

Pantas saja, karena selama ini aku tidak benar-benar ‘merasakan’ jiwaku, aku tidak pernah menginginkan teman sejiwa itu, aku tidak pernah memberi ruang untuk datangnya teman sejiwa di hatiku… sampai pada hari ini dan detik ini.

22 November 2011

Iklan