Great Mom, Parent and teacher · Great Wife, Mom, Parent and teacher

…ketika anak-anak melihatnya dari perspektif yang berbeda…

Beberapa kali menangani kasus anak-anak..  (kalau diperbolehkan dalam profesi saya) rasanya saya  ingin menangis di depan mereka. Bagaimana tidak, anak-anak yang diusia mereka semestinya dapat perhatian, pengharagan dan kasih sayang, tercerabut dari semua itu.

Seringkali anak-anak yang bermasalah, sebenarnya akar permasalahannya hampir sama. Kurangnya perhatian, penghargaan serta afeksi ( ‘sentuhan’ kasih sayang dari orang tuanya) pada anak-anak tersebut.

Saya juga tidak menyalahkan orang tua dalam hal ini, bisa jadi memang belum tahu caranya atau keadaan yang membuatnya tidak mampu melakukan itu. Saya amat faham, untuk itu,saya lebih pada mengajak untuk memberi perhatian, penghargaan dan ‘sentuhan’ kasih sayang pada anak-anak kita.

Usia 0 – 2 tahun, yang bisa kita berikan ke anak-anak kita hanyalah kasih sayang sebanyak-banyaknya dan setulus-tulusnya. Karena pada saat ini, anak-anak perlu memenuhi ‘tangki’ emosinya ( sehingga tidak akan terjadi deprivasi kasih sayang).

Caranya gimana? just ‘Playing’ with them.

Kegembiaraan anak-anak adalah disaat mereka ‘ditemani’ untuk melakukan hal-hal yang mereka senangi, dan apa yang disenangi anak-anak? jawabnya bermain. So.. ‘Playing With Them’

 Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Shahihah no.70)

Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiallaahu anha, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya: Zainab kecil) (Lihat Silsilah Hadits Shahih no.2141 dan Shahih Al-Jami’ 5-25)

Menulis memang mudah.. semudah mengatakannya, sayapun mengalami sendiri ketika harus bersama keponakan-keponakkan saya.

Setelah seharian penat bekerja dengan semua masalah yang harus dihadapi di kantor yang melelahkan fisik dan hati, di rumah masih harus menemani anak-anak bermain dan bercanda, amat sangat faham sungguh dibutuhkan hati dan fisik yang luar biasa. Tetapi setidaknya yakinlah bahwa permata hati-permata hati yang telah Allah SWT amanahkan kepada kita itu teramat-amat-amat sangat berharga dan layak kita perjuangkan untuk membahagiakan mereka. Mari kita bersemangat, menjadikan diri kita orang tua yang memang pantas dimanahi Allah SWT untuk menyayangi, mendidik dan membesarkan mereka, menjadi anak-anak yang salih dan salihah, anak-anak yang cerdas dan berakhlaq mulia (bukankah banyak pasangan yang tidak dikaruniai anak secantik dan setampan anak-anak kita?).

Mari kita bersemangat, menyayangi mereka setulusnya, dengan frekuensi suara sesuai dengan frekuensi hati mereka (bukan cengeng tetapi lembut dan penuh kasih sayang). Gunakan tutur kata yang memang menunjukkan bahwa kita memang menyayangi mereka. Dan seandainya kita memang marah.. katakan kita marah tanpa perlu berteriak, membentak bahkan menunjukkannya dengan kekerasan.

Show them that you love them with all your heart. Jangan sampai anak-anak kita menangkap dari perspektif yang berbeda  wujud dari cinta kita.

Just Love them with Playing with them ( not making them as playing)

Write with love..🙂

….keponakkan-keponakkan tersayang….

referensi : http://www.kolomayah.info/tag/hadits-ttg-berkata-lemah-lembut-kepada-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s