Gardening

tidak menyerah!

by wahyu rakhmawiyatie

Kira-kira tiga bulan yang lalu, aku mulai membuat taman mawar impianku. Seratus batang mawar tertanam rapi di lahan kecil depan rumahku. Indah dan segar, menarik hati setiap pejalan kaki, pengendara sepeda, mulai dari gadis-gadis kecil sampai ibu-ibu tua.. semuanya mengagumi dan memandang takjub kebun kecil mawarku. Ketika sedang berbunga indah, tetangga rumahku sering mengingatkanku tentang gadis-gadis kecil yg senang sekali pada bunga mawarku bahkan mengambilnya tanpa ijin. Aku hanya tersenyum saja mendengar laporannya.

Setelah beberapa kali berbunga, dua bulan kemudian.. penyakit itu datang. Daun-daun bunga-bunga mawarku mulai kehitaman dan kecoklatan dan lama-lama luruh.. rasanya sediiiihhh. Maka  browsinglah aku.. ternyata terkena penyakit jamur dan ada obat kimianya. Karena kesibukkanku, sampai sekarang obat itu belum terbeli.

Beberapa saat, aku mencoba menerapinya dengan asap sampah daun (pengobatan nguwawur yg blm terbukti kebenarannya). Dan saat itu tidak nampak hasilnya. Batang-batang mawarku mulai kecoklatan, daunnya meranggas tak bersisa.. kuncup bunganya tidak sampai berbunga sudah layu duluan. Sempat merasa menyerah.. ya udahlah kalau mati.. biarlah mati, nanti aku ganti dengan mawar-mawar baru begitu fikirku. Tapi kemudian azamku berubah.. ndak!.. ndak  boleh menyerah.. aku tetap semangat menyiraminya dengan air dan doa.  Aku sirami saja.. sambil menguatkan azam dihati bahwa mawar-mawarku akan bersemi kembali.  Dan terapi lainpun kucoba, aku ajak bicara bungaku… (ini bukan gila- tp ada penelitiannya), menunjukkan bahwa aku peduli dan menyayangi mereka.. dan tentu saja , aku sempurnakan usahaku dengan do’a. Kumohon  pada yg maha menghidupkan untuk menyemikan kembali mawar-mawarku.

Sempat satu bulan berjalan.. usaha itu aku lakukan dan tidak menampakkan hasil.. selama dua hari aku sudah mulai agak malas-malas menyiraminya, hati masuk dalam ranah menyerah untuk membuang saja batang mawar kecoklatan itu.. tapi dengan dibantu mbak Hana, pembantu yang ada di rumahku untuk menyirami sore harinya… aku tumbuhkan kembali semangat untuk meneruskan ikhtiarku dan tiga hari yang lalu, aku dikejutkan dengan semai hijau daun mawarku.. meski belum seindah dulu.. bahagiaku tidak terkira.. tidak sia-sia usaha dan do’a selama ini. Alhamdulillaah.. , betapa membahagiakannya kejutan indah yang diberikan Allah Ta’ala setelah sempat mau menyerah.

Peristiwa seminya daun mawar itu, mengingatkanku pada Bon (temenku yang lagi sakit). Meski sepertinya orang melihat bahwa sakitnya parah (saat ini bon hanya terbaring dan masih menjalankan kemoterapi).. bukan berarti harus menyerah, meski tubuhnya seakan tak berdaya.. bukan berarti tubuhnya tidak melakukan penyembuhan di dalamnya.. tubuhnya tidak mati. Tubuhnya sedang berproses.. Selama semangat itu tetap menyala, selama segala ikhtiar untuk sembuh tetap dijalankan serta do’a tetap terjaga.. insyaallah harapan kesembuhan akan menjadi nyata .

Aku berfikir kembali,  memang ranah kita sebagai manusia adalah menguatkan harapan, mengusahakan harapan itu dengan kemampuan terbaik yg kita punya dan menyempurnakannya dengan do’a, tentang hasil akhirnya merupakan hak/ranah Allah Ta’ala.

Tetap semangat teman dengan yang dicitakan dan diharapkan, ikhtiar terbaik dan sempurnakan dengan do’a.. hasil akhir? Allah Ta’ala yang lebih tahu yang terbaik untuk kita.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s