Muslimah charming

Disekitar kita..

by Wahyu Rakhmawiyatie

Mencari seragam buat teman-teman CS, yang membawaku harus berjalan-jalan ke PGS. Ini pertama kali aku menjejakkan kaki di PGS ( ndeso ya.. :D). Karena buta area, maka aku ajaklah salah satu teman baikku, ‘bu Ratna’  begitu aku memanggilnya. Ibu yang satu ini  yang sudah malang melintang di dunia per’PGS’an ( bu ratna pasti tertawa kalau baca ini..😀 ). Dan ternyata dia juga punya hajat ke PGS untuk memborong sejumlah baju seragam siswa.

Singkat cerita, sudah dapatlah apa yang kucari dan kami bergegas ke toko baju seragam. Ketika datang, ada dua anak yang menunggu dipojok toko, mungkin berkisaran kelas 3 dan 4 SD. Saat itu aku pikir mereka anak-anak dari  pembeli baju yang lain. Dan ketika sejumlah seragam yang dibeli sudah di pak.. kulontarkan pertanyaan ‘Gimana mbawaknya??’ dan toko tidak menyediakan fasilitas untuk membawakannya turun. Dan baru kutahu, dari penjaga toko, bahwa kedua yang ngejogrok dipojok tadi , merupakan anak-anak yang menyediakan jasanya untuk ‘angkat-angkat’. Lama menunggu.. kembalilah kedua anak itu, mereka bilang.. seikhlasnya aja mbak.. ndak papa.. sambil diangkatnya bungkusan yang berisi baju. Aku mencegahnya.. Ya Rabb.. ndak tega.  Segera ku telpon, Pak Yanto, supir setia kami dan Pak Kholiq waka sarpras SD yang baik hati yang menunggu di mobil utk naik ke atas dan membantu membawakan barang yang kami beli.

Temanku ‘bu Ratna’ menyusul Pak Yanto dan Pak Kholiq untuk menunjukkan tempat tokonya..

Dan aku? dengan dua bungkus besar baju dan dua anak kecil itu.. “Mbak saya angkat ya mbak..’ sambil tangannya meraih bungkusan yang ‘kecil’ dan meletakkan dipundaknya.. spontan air mataku meleleh.. “Ndak perlu dek.. Jangan.. sudah.. ndak perlu.. taruh lagi aja’. Mereka menuruti kataku.. tetapi tetap menunggu disamping dua bungkusan besar itu.. dan air mataku masih mengalir.. Ya Rabb.. sekecil ini? terbayang wajah Lutfi keponakkanku yang seusia mereka Aku panggil mereka “Dek sini dek..” “Namanya siapa?” tanyaku.. “Raihan” jawabnya dengan suara lirih dan bergetar.. “Kalau kamu?” “Barok mbak” sahutnya lirih.. sampai pertanyaanku harus kuulang lagi.  “kalian sekolah ?” tanyaku lagi..  “Sekolah, mbak” jawab mereka berbarengan  “Dan sekarang libur?” sahutku menimpali “Iya mbak” sahut mereka.  ” Untuk apa kalian mau kerja gini?” tanyaku sambil menetap lekat mata mereka berdua “Untuk makan mbak..” jawab mereka nyaris tak terdengar..  “Belum makan?” tanyaku lagi… “Belum mbak” jawaban yg mereka berikan atas pertanyaanku. “Ibu dan ayah kalian kerja?” “Iya Mbak.. di pasar ikan” jawab mereka.. tanganku meraih tas hijau yang menggelayut tak berdaya dipundakku, aku keluarkan dua lembar lima ribuan.. sambil menahan air mataku yang seakan ingin menerobos pertahanan kelopak mataku. “Udah.. kalian ndak usah angkat barangnya, ini untuk kalian.. untuk makan, maaf ya.. ndak banyak.. ”  seruku tertahan. Dengan mata berbinar.. mereka menerima pemberianku dan mengucapkan trima kasih sambil berlari melesat pergi.. Rasanya kepalaku pusing, nasib bangsaku.. nasib anak-anak bangsa.. dan berkecamuk uang miliaran rupiah yang dikorupsi atau yang dipergunakan untuk suap menyuap.. “Ya Rabb.. mampukan aku untuk membantu bangsa ini.. ”  do’a liriku terbuyarkan oleh panggilan temanku dan bapak-bapak yang baik hati. Hari itu,  membuatku miris sekaligus bersyukur akan semua hal yang telah Allah SWT beri pada diriku.   Semoga sekelumit kejadian hari itu, bisa membuatku menjadi manusia yang lebih perduli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s