by wahyu rakhmawiyatie

Tanggal 22 Mei 2011, diundang oleh sekolah sahabat untuk menghadiri acara orientasi orang tua / wali murid baru yg dikemas dgn acara Talk Show. Acara yang mendatangkan Kak Seto ketua Komnas Perlindungan Anak di Indonesia sebagai pembicara talk show tsb tentu saja sangat menarik diriku untuk hadir.

“Tidak ada yang istimewa dari sisi materi” komentar salah satu temanku yang hari itu juga datang.. “Semua materinya ya begitu-begitu aja”. Saat itu aku hanya diam saja.. karena malas untuk berdiskusi kusir yang nantinya malah menghasilkan gak enak-gak enakan hati.

Dari satu sisi saya sangat setuju dengan teman saya, tapi disisi lain.. justru disitu hebatnya Kak Seto. Sosok yang sangat low profile meski gelar doktor sudah melekat pada dirinya. Mengapa saya katakan hebat? Karena di tangan beliau, materi yang sederhana tersebut menjadi sangat luar biasa. Bagaimana tidak luar biasa, mulai dari memukau penonton dengan kepiawaiannya mendongeng, bernyanyi dgn suara baritonnya sampai bermain sulap untuk menyampaikan materi. Suasana selama satu jam terasa menyenangkan dan betah untuk mendengarkan. Dan bukankah orang yang hebat adalah yang menjadikan sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang luar biasa?

Saya melihat kekuatan Kak seto dalam menyampakan materi yaitu berusaha untuk memenuhi kebutuhan learning styles audiensnya dengan persiapan presentasi yang sangat matang. Dan tentu saja, joke-joke segar yang cerdas mewarnai ruangan talk show yang berjalan gayeng saat itu.

Peserta diajak untuk mendengarkan dongeng, bernyanyi, menonton aksi sulap dan bernyanyi. Dengan tetap menyampaikan materi.  “Pemograman” pada peserta terjadi melalui cara yang menyenangkan.

Mulai dari bagaimana memperlakukan anak-anak kita sesuai kekuatan mereka, menanamkan bahwa sesungguhnya semua anak senang belajar dan kita orang tua wajib mememnuhi hal tsb, tidak ada anak yg bandel.. kalaulah bandel ya sudah biasa namanya anak-anak. Dan bahwa setiap anak membawa potensi yang siap dikembangkan secara optimal. Potensi multiple intellegencies dengan kekuatan yang berbed pada setiap anak. Intinya, bahwa anak-anak kita sesungguhnya cerdas! Tidak ada yg tidak cerdas, justru lingkungan yang membuat anak-anak menjadi tidak cerdas. Dan pesannya untuk menjadi orang tua yang menyenangkan, orang tua yang mampu menyentuh baik dalam penerapan disiplin  anak dengan ‘gaya’ anak seperti mendongeng, bernyanyi, sulap, dll.  Trima kasih kak seto.. trima kasih atas pelajarannya hari itu.

Iklan