ways to inner beauty

Cantik itu anugerah dan “Cantik” itu Prestasi

by Wahyu Rakhmawiyatie

‘Cantik itu bukan prestasi!’ statement teman saya mengawali diskusi kami pagi itu. ‘Seseorang yang terlahir cantik atau ganteng ke dunia ini tidak pernah melakukan apa-apa untuk menjadi cantik atau ganteng’. ‘Tanpa berbuat apapun mereka sudah cantik dan ganteng’.

Hmmm… diskusi ringan tapi cukup dalem juga. Membuatku sedikit berfikir.. berarti khan hampir sama dengan kecerdasan otak. Orang yang sejak lahir cerdas tanpa berbuat sesuatu yg berartipun ya dia terlahir cerdas.. gumamku sambil berfikir saat itu.
Setuju dengan statement teman saya tadi, apabila kita menggunakan ukuran fisik sebagai standar ukurnya. Tapi akan lain jadinya kalau kita mengukur cantik atau genteng bukan saja dari ukuran fisik. Cantik hati, cantik akal, cantik perilaku, bukankah akan menjadi satu prestasi ketika hal-hal tsb melekat pada diri kita? Cantik hati, cantik akal, gantengnya perilaku tidak ada dengan sendirinya tapi harus diusahakan oleh individu-individu pelaku kehidupan di dunia ini.
Kegigihan dan kesungguhan diri kita dalam memaintain potensi yang sudah melekat pada diri kita sejak lahirlah yang menjadikan sesuatu bisa disebut prestasi. Prestasi yang ukurannya bukan hanya duniawi saja tapi prestasi dgn ukuran fase kehidupan yg akan dijalani selanjutnya.

Bukankah setiap diri kita yang lahir ke dunia ini adalah manusia-manusia pilihan. Manusia-manusia pemenang, wujud prestasi pertama adalah keberhasilan satu sperma mengalahkan ribuan pesaing sperma yg lain dalam membuahi ovum?. Jadi saya teramat sangat yakin.. bagaimanpun wujudnya sesungguhnya kita semua yang sudah terlahir di dunia ini adalah manusia-manusia pilihan, manusia pilihan yang diberi kesempatan untuk berkiprah di muka bumi ini. Dan memang tergantung pada diri kita apakah kehadiran kita berdampak positif atau negatif pada diri kita, keluarga, org lain, masyarakat, alam, dunia, universe, dsbnya. Tetap menurut saya It’s really depend on ourself.

Okelah.. sometimes kita khilaf, terkadang sebagai manusia ada cemberutnya, jengkelkannya, marahnya, jahatnya, sedihnya, kecewanya, galaknya, cerewetnya, bohongnya, nakalnya, judesnya, arogannya, ngeluhnya atau bahkan diri kita bisa jadi penyebab orang lain jadi galak, judes, cemberut, sedih, menangis, kemaki, perhitungan, cerewet, dll.. amat sangat bisa makluuummm… khan kita manusia biasa. Tapi selama perilaku tsb bersifat sementara tidak menetap dan bukan menjadi tabiat kita.. (underlinebukan menjadi tabiat kita-) maka tidak ada salahnya kita memaafkan kekhilafan diri kita sendiri dengan tetap melakukan proses perubahan yang secara terus menerus, berkesinambungan, tak pernah putus, tak kenal lelah, tak kenal capek dan selalu gigih berusaha untuk perubahan ke arah positif / kebaikkan / kemanfaatan. Kegigihan dan kesungguhan kita untuk berubah secara terus-menerus ke arah yang positif dan lebih baik itulah yang menurut saya menjadikan kita manusia-manusia yang amat sangat “Cantik” dan atau amat sangat “Ganteng”.

So.. Cantik itu memang anugerah dan tentu saja “Cantik” itu juga prestasi. ^_^

Special thanks to someone who inpsiring this article..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s