Open Mind

Selama masih diberi kesempatan… (memaknai setiap detik kehidupan)

oleh : wahyu rakhmawiyatie

Apa yang saya tulis saat ini bisa jadi merupakan slogan lama. Bisa jadi hanya sebuah tulisan yang mengangkat tema usang. Bahkan orang yang sedang merasakan kebahagiaan yang berlebihan tidak terlalu menghiraukannya. Catatan ini dibuat untuk mengabadikan secercah pemahaman dari sebuah kejadian atau beberapa kejadian. Berawal dari refleksi diri menyaksikan kejadian pada salah satu sahabat terbaik saat SMA.

Kami berdua bertemu kembali setelah lulus kuliah. Berpisah sekian lama ( saat kuliah tdk pernah bertemu). Saat itu pertemuan tidak terlalu intens. Hanya terkadang kami janjian bareng untuk pergi berenang, jalan atau sekedar ngobrol-ngobrol dan makan. Cerita-cerita dan ketawa-ketiwi khas perempuan. Ketika sudah menikahpun, kami masih bisa meluangkan waktu bersama. Dan sekarang.. sudah dua bulan ini dia terbaring sakit. Berusaha sabar dan tabah dengan segala kesakitan yang dideritanya. Kehilangan masa-masa jalan bareng dengannya. Membuatku merefleksi dan berfikir kembali tentang kehidupan (mungkin saya ini memang terlalu bebal ya.. meski sudah merasakan dua kali kehilangan orang-orang yg sangat dicintai tetapi tetep aja ndak ngerti-ngerti..:) ).

Kejadian sahabat saya tersebut membuka mata kembali, betapa berharganya setiap detik dan menit yang diberikan ketika keadaan saat ini segar bugar, sehat wal afiat dan mempunyai kesempatan untuk berbuat. Betapa kami bisa melakukan segalanya.. menikmati hidup.. yang saat ini itu masih menjadi mimpi ( karena sahabat saya tsb masih harus berteman dengan kesabaran & ketabahan di atas tempat tidur).

Seringkali tidak mensyukuri waktu luang yg dipunya, kesehatan dan segala rezeki yang mampir hari ini. Mengingatkan diri saya lagi.. Saya garis bawahi HARI INI.. bahkan DETIK INI. Melihat teman saya yg lain.. yg harus mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk melawan sakit yg menggerogoti tubuhnya.. melihat saudara saya yg harus mengeluarkan sekian puluh juta rupiah untuk operasi yang dijalan ( Tentu saja belum ditambah rasa sakit yang harus mereka rasakan berhari-hari), membuat saya kembali berfikir dalam mengisi waktu luang, kesehatan dengan sempurna dan kecukupan rezeki yang diberikan Allah Ta’ala dengan free.

BERBUAT YANG TERBAIK YANG SAYA BISA. BENAR-BENAR MENGUSAHAKAN YG TERBAIK SEMAMPU SAYA… APAPUN YG BISA SAYA LAKUKAN. Mengevaluasi kembali dan memeriksa aliran dana yang masuk dan dikeluarkan apa.. krn bisa jadi ketika aliran dana yang masuk tercampuri oleh hal-hal yang subhat dan haram, maka akan diambil dengan paksa oleh Allah Ta’ala (dengan jalan yang hanya Allah saja yg tahu). Mengevaluasi kembali aliran dana yang keluar.. akankah sebagian besar sudah tertanam utk kemaslahatan hidup atau tabungan akhirat atau hanya tersia-siakan di jalan yang tdk berkah. Untuk pemanfaatan rezeki, saya teringat cerita teman yg mengambil secukupnya untuk diri dan keluarganya dan sisanya diberikan pd yg memerlukan (dan saya malu karena masih jauuuhhh.. dari ini)

Mengingatkan untuk diri sendiri lagi, untuk mengisi waktu dengan kebaikkan ( apakah itu bersih-bersih rumah, mengajar, beraktivitas apapun/dimanapun.. mengisi waktu yg diberikan.. benar-benar menghadirkan DIRI ( secara sadar) bahwa setiap apa yang dilakukan benar-benar dirasakan & dihayati.. kalau bahagia ya bahagia yang sepenuh hati sambil tak lupa mengucap syukur atas yg diberikan.. kalau lagi suebel ya dirasakan suebelnya sepenuh jiwa sambil tak lupa bersyukur masih bs merasakan suebel.. kl menikmati makanan ya dirasakan setiap jengkal rasa nikmat dimakanan tsb sambil bersyukur bahwa saat ini masih bisa merasakan nikmatnya makanan yang masuk ke mulut kita.. Kl Sholat ya sholat sepenuh hati, jiwa dan raga… Intinya.. saat ini berusaha untuk meLakukan, meNikmati, menghayati dan menSyukuri dengan sadar yang saat ini melekat & yg dijalani.. sebelum kenikmatan-kenikmatan itu sirna. So.. nasehat pada diri.. nikmati dan sykuri segala karunia hari ini… Happy Monday…😀

*Tulisan ini dibuat saat lidah sedang tdk bisa merasakan makanan enak, batuk-batuk, saat badan lagi meriang, saat melihat anak-anak dengan segala tingkah polanya, saat menjalankan tugas supervisi guru, saat membantu permasalahan siswa, saat mendengarkan lagu rindunya kerispatih, saat ‘diwaduli’ ibu-ibu di kampung & urusan-urusan ‘Hidup” yang lainnya*

Tetap Semangat untuk menorehkan bunga dan warna-warni goresan makna untuk menjadi lukisan-lukisan indah dalam kehidupan..😀

“Tidak ada setiap kata dan setiap perbuatan kita yang terlepas dari catatan MalaikatNya”

Untuk Bon, sahabat tersayang.. semoga diberi kesabaran,ketabahan, dan menghapus dosa-dosa yg pernah ada… & Semoga Allah Ta’ala segera beri kesembuhan.. Amiin.

2 thoughts on “Selama masih diberi kesempatan… (memaknai setiap detik kehidupan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s